Tangan Kanan Kesemutan

Tangan kanan kesemutan? Ini penyebabnya. Tentunya akan membuat tidak nyaman, sebab kebanyakan orang lebih dominan menggunakan tangan kanan untuk melakukan aktivitas, seperti menulis, melukis dan mengetik keyboard komputer. Penyebab tangan kanan kesemutan ada bermacam-macam. Ketahui apa saja penyebabnya, agar dapat dihindari.

Kesemutan adalah kondisi di mana anggota tubuh mengalami sensasi panas, geli atau kebas yang dibarengi dengan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum. Dalam istilah medis, kesemutan disebut sebagai parestesia.

Kondisi ini terjadi saat saraf-saraf di bagian tubuh tertentu tertekan dalam waktu yang cukup lama, sehingga aliran listrik pada saraf tersebut terhambat. Kesemutan bisa terjadi pada bagian tubuh mana pun, terutama kaki, lengan atau tangan.
Selain karena penekan saraf, kesemutan pada tangan atau bagian tubuh lainnya juga disebabkan oleh suatu penyakit.

Tangan Kanan Kesemutan? Ini Penyebabnya

Tangan Kanan Kesemutan? Ini Penyebabnya

Kesemutan pada tangan bisa bersifat sementara (akut) atau berlangsung lama (kronis). Contoh kesemutan yang bersifat sementara adalah ketika tangan terhimpit tubuh atau kepala saat tertidur. Kesemutan ini biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika sudah tidak ada tekanan.
Sedangkan kesemutan tangan kronis bisa menimbulkan rasa nyeri yang menusuk ketika sudah tidak ada tekanan.

Sedangkan kesemutan tangan kronis bisa menimbulkan rasa nyeri yang menusuk dan menyebabkan tangan menjadi kaku dan sulit digerakkan. Jika sudah demikian, kesemutan bisa menjadi tanda adanya penyakit.

Berikut ini adalah berbagai penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan kesemutan di tangan kanan.

1. Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah kerusakan pada saraf tepi yang dapat menyebabkan kesemutan disertai dengan rasa ditusuk-tusuk jarum dan sensasi perih atau panas di bagian tubuh tertentu, seperti jari tangan dan kaki.

Selain kesemutan atau mati rasa, neuropati juga bisa menyebabkan kelemahan bahkan kelumpuhan anggota gerak pada bagian saraf yang bermasalah.
Ada beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan neuropati perifer, diantaranya:

  • Penyakit seperti diabetes, ginjal dan hati, tumor atau kanker dan penyakit autoimun.
  • Infeksi seperti herpes simpleks, herpes zoster dan sfilis.
  • Cedera.
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin B12 dan folat.
  • Paparan zat beracun, seperti logam berat, timbal, arsenik dan merkuri.
  • Efek samping obat-obatan, seperti kemoterapi dan obat golongan statin.
2. Radikulopati

Radikulopati merupakan kondisi dimana saraf tulang belakang mengalami kerusakan atau gangguan, sehingga terjadi kesemutan, nyeri, kelemahan atau kelumpuhan pada bagian tubuh yang dipersarafi oleh saraf tersebut.

Gejalanya bisa berupa nyeri yang menjalar dari leher menuju bahu, lengan, hingga tangan kanan atau tangan kiri. Radikulopati juga bisa menyebabkan nyeri yang menjalar dari punggung ke salah satu paha hingga ke kaki. Dalam kasus tertentu gangguan saraf bisa dirasakan dikedua sisi tubuh.
Radikulopati bisa disebabkan oleh saraf terjepit (HNP), tumor atau pergeseran tulang belakang yang menekan saraf, hingga penyempitan saluran saraf tulang belakang yang menuju ke kaki maupun tangan.

3. Carpal tunnel syndrome

Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi ketika saraf di dalam pergelangan tangan tertekan atau mengalami iritasi. Kondisi ini membuat tangan dan jari tangan mengalami kesemutan, mati rasa, nyeri, lemah bahkan lumpuh. Jari tangan yang bermasalah akibat penyakit ini umumnya ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah.

Carpal tunnel syndrome bisa terjadi akibat salah satu kombinasi dari beberapa faktor berikut ini:

Gerakan tangan yang berulang karena aktivitas rutin atau pekerjaan, misalnya mencuci, mengetik, menulis dan menggambar.

  • Patah tulang di pergelangan tangan.
  • Radang sendi.
  • Obesitas.
  • Penyakit, seperti diabetes dan gangguan tiroid.
4. Spasme otot tangan

Spasme adalah kedutan yang terjadi secara mendadak dan sulit diduga kemunculunnya. Kondisi ini bisa terjadi pada bagian otot mana pun, termasuk tangan. Saat terkena kondisi ini, tangan kanan atau kiri dapat mengalami kaku, gemetaran, nyeri, hingga kesemutan.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan spasme pada tangan, diantaranya adalah kelelahan atau terlalu banyak melakukan aktivitas fisik yang melibatkan tangan, konsumsi kafein berlebihan, dehisrasi, kram otot, radang otot, serta penyakit saraf seperti distonia dan penyakit Huntington.

Untuk meringkan kesemutan pada tangan kanan dan mencegahnya kambuh, sebaiknya hindari melakukan gerakan berulang pada tangan dan istirahatkan tangan lebih sering. Batasi juga aktivitas jika tangan sudah terasa lelah dan pegal.

Apabila anda sering mengalami kesemutan yang terus-menerus pada tangan kanan, tangan kiri atau bagian tubuh lainnya tanpa sebab yang jelas, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan pengobatan yang tepat.

Penyebab Lutut Bengkak

Lutut bengkak dapat terjadi ketika ada peningkatan cairan di sekitar sendi lutut. Peningkatan cairan berlebih ini bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk cedera yang tidak diobati atau benturan keras dilutut.

Kondisi lutut bengkak dapat menyerang siapa saja tanpa memandang umur, tapi yang paling berisiko adalah orang-orang berusia lanjut. Tidak hanya itu, orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga berisiko mengalami kondisi ini.

Memahami Penyebab Lutut Bengkak

Penyebab Lutut Bengkak

Salah satu penyebab lutut bengkak adalah cedera yang menyebabkan terkilir atau keseleo. Ketika ligamen lutut terkilir, lutut bengkak juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit dan keadaan tertentu, seperti:

Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan jenis radang sendi yang paling umum terjadi. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan bengkak di area persendian, serta kerusakan tulang rawan. Apabila tulang rawan lutut rusak, maka tulang tungkai akan saling bergesekan hingga mengakibatkan pembengkakan dan gangguan pergerakan sendi lutut.

Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah peradangan sendi akibat gangguan autoimun. Tidak seperti kerusakan akibat rheumatoid arthritis bisa mencapai lapisan luar sendi, tulang dan area di sekitar sendi. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan pada sendi, seperti pergelangan tangan, pergelangan kaki dan lutut.

Septic arthritis

Septic arthritis adalah radang sendi yang disebabkan oleh kuman seperti bakteri, virus atau jamur yang menyebabkan infeksi jaringan dan cairan di sekitar sendi. Kondisi ini bisanya didahului oleh infeksi di bagian tubuh lain yang menyebar melalui aliran darah dan sampai ke sendi. Gejalanya dapat berupa rasa nyeri, peradangan, demam, dan pembengkakan pada persendian yang mengalami infeksi, termasuk lutut.

Cara Mengatasi Lutut Bengkak

1. Istirahatkan lutut

Ketika lutut anda bengkak, hentikan dulu aktivitas dan istirahatkan lutut anda. Cara ini dapat mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan pada lutut.

2. Kompres dengan es

Kompres lutut yang bengkak dengan es untuk mengurangi pembengkakan dan mencegah pembengkakan semakin parah. Lakukan pengompresan selama 10-20 menit, setidaknya tiga kali dalam sehari.

3. Beri bantalan pada lutut

Saat sedang berbaring, posisikan lutut yang bengkak lebih tinggi dari dada. Kamu bisa meletakkan bantal di bawah lutut sebagai penyangga.

4. Konsumsi obat-obatan

Beberapa jenis obat antinyeri dapat menjadi pilihan untuk menangani lutut bengkak, diantaranya adalah golongan obat antiinfalmasi seperti Ricalinu Herbal. Kenapa harus ricalinu herbal? karena obat herbal ini sudah terbukti anpuh mengatasi lutut bengkak dengan cepat. Ricalinu juga sangat aman dikonsumsi karena terbuat dari bahan herbal pilihan yang di proses menggunakan teknologi modern. Obat Herbal ini di produksi oleh IP FARMA dengan No POM TR 062 262 321.

Penyebab lutut bengkak bermacam-macam, bisa karena cedera, bisa juga akibat penyakit tertentu. Anda bisa mengurangi keluhannya dengan cara-cara di atas. Namun jika lutut anda semkain bengkak, nyeri dan sulit digerakkan, sebaikna anda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Mengenali Linu Setelah Olahraga

Linu umum dirasakan setelah melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang cukup berat. Meski demikian pada kondisi tertentu linu bisa jadi merupakan pertanda sebuah penyakit yang perlu anda waspadai.

Linu dapat dialami oleh siapa pun, termasuk atlet yang rutin berolahraga dengan penyakit, agar Anda tidak lagi keliru dalam menyikapinya. Artikel ini akan menjeleskan tentang mengenali linu setelah olahraga.

Mengenali Linu Setelah Olahraga

Mengenali Linu Setelah Olahraga

Linu yang disebabkan oleh olahraga biasanya terjadi saat seseorang baru saja mulai berolahraga, menambah durasi ataupun meningkatkan intesnsitas olahraga yang biasa dilakukan. Berolahraga, menambah durasi ataupun meningkatkan intensitas olahraga yang biasa dilakukan. Rasa linu muncul karena otot mengalami tekanan fisik berlebihan. Bisa juga karena otot bekerja lebih berat dibanding biasanya.

Umumnya linu terasa segera setelah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Namun, ada juga linu baru yang dirasakan sekitar 1-2 hari setelah berolahraga, kondisi ini disebut dengan delayed onset muscle soreness (DOMS). Linu ini terjadi karena tekanan menyebabkan timbulnya robekan kecil pada otot, saat otot mencoba beradaptasi dengan aktivitas fisik yang dilakukan. Umumnya linu secara perlahan akan berkurang setelah otot terbiasa dengan rutinitas olahraga tersebut.

Linu akibat olahraga umumnya akan mereda dengan sendirinya dalam waktu singkat 1-2 hari atau setidaknya kurang dari lima hari. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan linu akibat berolahraga, seperti:

  • Mencukupi istirahat
  • Melakukan pijat
  • Mengompres dingin pada area yang linu
  • Mengonsumsi obat antiperadang dan antinyeri sesuai anjuran dokter.

Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya linu, disarankan untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga dilakukan. Selain itu, jangan mengubah intensitas dan durasi olahraga secara ekstrem. Ubahlah secara bertahap, agar otot dapat beradaptasi dari waktu ke waktu.
Namun jika linu terasa sangat mengganggu dan tidak kunjung berkurang, Anda dianjurkan untuk memeriksa diri ke dokter. Terutama bila muncul pembengkakan atau memar pada area yang mengalami linu.

Menandai Linu sebagai Gejala Penyakit

Di sisi lain, linu juga bisa disebabkan oleh efek samping konsumsi obat-obatan dan gejala dari penyakit atau infeksi tertentu. Pada kondisi ini, linu dapat terasa di bagian tubuh mana pun, tanpa sebab yang jelas.
Linu dapat muncul akibat mengonsumsi obat kolesterol golongan satin, obat tekanan darah tinggi golongan ACE-inhibitors atau akibat infeksi virus termasuk flu, infeksi bakteri, penyakit radang sendi, fibromyalgia, penyakit lupus dan penyakit tiroid.

Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter, terutama jika linu yang dirasakan tidak kunjung reda meski telah diobati, apalagi jika disertai dengan:

  • Otot terasa sangat lemah
  • Sesak napas
  • Kepala pusing atau terasa berputar
  • Leher terasa kaku
  • Demam tinggi
  • Pembengkakan atau kemerahan di sekitar otot yang terasa linu
  • Ada bekas gigitan kutu atau tungau pada tubuh yang terasa linu
  • Warna urine menjadi lebih gelap

Jangan anggap remeh rasa linu pada tubuh. Periksakan diri ke dokter jika linu terus-menerus terjadi hingga mengganggu aktivitas anda.

Posisi Duduk Benar Kurangi Sakit Punggung

Kebiasaan duduk terlalu lama atau postur tubuh yang tidak tepat saat duduk bisa menimbulkan bebagai penyakit. Salah satunya adalah sakit punggung. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, mari simak posisi duduk yang benar dan baik untuk kesehatan di artikel Posisi Duduk Benar Kurangi Sakit Punggung berikut ini.

Posisi Duduk Benar Kurangi Sakit Punggung

Posisi Duduk Benar Kurangi Sakit Punggung

Posisi tubuh saat duduk memberikan tekanan besar pada otot punggung, bahu, leher dan tulang belakang. Jika posisi tubuh saat duduk menggelesor atau sambil membungkuk, maka tekanan di bagian-bagian tubuh tersebut akan bertambah kuat. Posisi duduk yang buruk ini bisa menjadi salah satu penyebab umum nyeri punggung.

Posisi Duduk yang Benar

Agar posisi duduk yang salah tidak menimbulkan nyeri punggung dan nyeri di bagian tubuh lain, cobat amati apakah posisi duduk anda sudah benar atau belum. Berikut ini adalah beberapa posisi duduk yang benar untuk mencegah terjadinya sakit punggung:

1. Sesuaikan ketinggian kursi

Sesuaikan ketinggian kursi hingga lengan membentuk huruf L dan siku berada di samping tubuh. Posisi ini memungkinkan pergelangan tangan dan lengan menjadi lurus dan sejajar dengan lantai ketika mengetik. Cedera tangan atau lengan pun bisa dihindari.

2. Topang punggung

Pilih kursi yang mampu menopang punggung anda dengan baik, atau coba letakkan bantal atau gulungan handuk di punggung bagian bawah saat duduk.

3. Perhatikan posisi bagian tubuh atas

Duduklah dengan punggung lurus, posisi bahu ke belakang dan bokong menyentuh bagian belakang kursi. Jaga agar posisi leher dan kepala tetap lurus namun nyaman. Selain itu, sedikit turunkan dagu dan jaga bahu tetap santai.

4. Perhatikan posisi tubuh bagian bawah

Posisikan lutut agar sejajar dengan pinggul, gunakan sandaran kaki jika merasa perlu. Selain itu, hindari menyilangkan kaki saat duduk di kursi karena poisisi ini dapat menimbulkan nyeri punggung.

5. Kaki menapak lantai

Tapakan kaki anda hingga menyentuh lantai. Jika tidak sampai, gunakan pijakan atau bangku kecil agar kaki bisa menjejak dengan nyaman.

6. Sesuaikan posis tubuh dengan komputer

Apabila anda sering bekerja di depan komputer, usahakan layar sejajar dengan mata anda. Jika terlalu tinggi atau rendah, Anda harus menundukan leher. Hal ini bisa membuat leher menjadi sakit.

Jika memakai mouse, jangan lupa gunakan alas mouse yang ada bantalan untuk pergelangan tangannya. Tujuannya agar pergelangan tangan tida menekuk secara kurang nyaman.

Jangan Duduk Terlalu Lama

Jika posisi duduk yang benar sudah dilakukan, cobalah untuk tidak duduk dalam posisi yang sama lebih dari 30 menit. Disarankan untuk mengubah postur tubuh sesering mungkin.

Selain itu, sering-seringlah istirahat dan melakukan peregangan atau streching, walau hanya sebentar. Hal tersebut sangat baik bagi kesehatan punggung karena bisa mengurangi ketegangan dan nyeri otot.

Pelu diingat bahwa terlalu lama duduk, terlebih jika dalam posisi yang salah, dapat meningkatkan risiko kaki menjadi kaku dan lemah, sakit punggung dan pinggul, bahu dan leher menjadi kaku, saraf terjepit, obesitas, varises, penyakit jantung, diabetes, hingga depresi.

Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan bahwa duduk terlalu lama dan jarang berolahraga bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Yuk, mulai sekarang perhatikan posisi duduk masing-masing dan praktekkan cara mempertahankan posisi duduk yang benar. Jangan lupa juga untuk selalu meregangkan tubuh selama beberapa saat agar terhindar dari berbagai cedera dan penyakit yang tidak diinginkan.

Menjaga Persendian Tetap Sehat

Persendian yang sehat membuat tubuh dapat menekuk, berputar, dan melakukan kegiatan lainnya. Menjaga persendian dapat dilakukan dengan membiasakan postur tubuh yang baik, melengkapi kebutuhan nutrisi dan bergerak aktif.  Menjaga persendian tetap sehat banyak sekali caranya, artikel ini akan membahas dengan tepat.

Persendian merupakan area diantara dua tulang. Bagian tubuh yang satu ini terletak di beberapa tempat, seperti di jari tangan, siku, pergelangan tangan, bahu, tulang belakang, rahang, panggul, pangkal paha, lutut, kaki dan antara tulang selangka.

Menjaga Persendian Tetap Sehat

Menjaga Persendian Tetap Sehat

Persendian umumnya terjadi dari jaringan ikat dan tulang rawan aus, hingga menimbulkan reaksi yang dapat merusak sendi dan menyebabkan radang sendi. Mengetahui krusialnya fungsi persendian, tak berlebihan jika dikatakan bagian tubuh yang satu ini harus dirawat dan dijaga kesehatannya agar selalu berfungsi dengan baik. Caranya adalah dengan melakukan beberapa langkah berikut ini.

Menjaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan memberikan tekanan ekstra pada persendian melebihi kapasitas normal. Akibatnya , persendian menjadi lemah dan rusak, terutama pada persendian yang menahan berat badan seperti lutut, pinggul, dan punggung. Menurunkan berat badan dapat mengurangi tekanan di berbagai persendian tersebut dan membantu mencegah cedera sendi.

Banyak Bergerak, tapi Jangan Berlebihan

Kurang gerak membuat sendi menjadi kaku. Banyak bergerak dan rutin olahraga membantu menjaga otot-otot di sekitar sendi tetap kuat dan berfungsi dengan baik. Namun, ada yang harus diperhatikan saat anda berolahraga:

  • Memakai alat pelindung ( helm, bantalan lutut, siku, pergelangan tangan) agar sendi terhindar dari luka atau cedera. Pelindung di siku tangan dan pergalangan tangan juga mengurangi hentakan sendi saat beraktivitas. Alat pelindung bisa anda gunakan ketika bersepeda, mengendarai motor, memakai sepatu roda dan berbagai aktivitas berisiko lainnya. Luka ringan atau cedera serius dapat merusak tulang rawan di persendian, hingga menyebabkan masalah jangka panjang.
  • Pemanasan dan peregangan sebelum olahraga, Pemanasan dapat memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh dan persendian serta melemaskan gerakan sendi sehingga mencegah sendi terkikis, sekaligus mencegah kram otot.
  • Jangan berlebihan. Terlalu sering atau berolahraga terlalu berta justru dapat merusak persendian.

Menjaga Postur Tubuh yang Baik

Biasakan untuk duduk, berdiri dan berjalan secara wajar agar berat badan terbagi dengan merata dan tubuh menjadi seimbang. Disarankan untuk membiasakan diri dengan postur tubuh yang baik seperti pundak sejajar, dada tegak, perut sedikit ditarik ke dalam dan telapak kaki menghadap ke depan.

Mengangkat Benda Berat dengan Benar

Mengangkat benda berat dengan posisi yang tidak benar dapat menyebabkan kerusakan pada persendian. Benda berat memberi beban ekstra pada sendi, sehingga lebih rentan terhadap cedera dan kerusakan. Jika anda harus mengangkat benda tersebut. Disarankan untuk tidak mengangkat benda berat dengan membungkuk atau mengangkatnya setinggi bahu.

Mengonsumsi Makanan yang Baik Untuk Persendian

Beberapa makanan yang baik untuk kesehatan sendi:

  • Buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan seperti ceri, blueberi, blackberry, delima, paprika, jeruk, tomat, brokoli, pakcoy, bayam dan nanas.
  • Makanan kaya kalsium dan vitamin D, seperti susu dan ikan salmon atau sarden.
  • Makanan yang dapat mencegah atau mengurangi inflamasi (peradangan) seperti oatmeal, kunyit dan kacang walnut.

Kurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak lemak, garam, alkohol, dan gula seperti soda, bir, dan daging olahan.

Suplemen Sendi

Tidak sedikit orang yang minum suplemen sendi yang mengandung glukosamin dan kondroitin untuk menjaga kesehatan persendian. suplemen tersebut diduga dapat mengurangi nyeri osteoarthritis pada beberapa orang. Namun, belum ada bukti yang menunjukan jika suplemen dapat mencegah segala bentuk radang sendi.

Menjaga kesehatan persendian memang penting karena memudahkan anda untuk berjalan, berlari, berolahraga, melompat, dan melakukan aktivits lainnya. Namun apabila persendian anda terasa nyeri, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Obat Nyeri Sendi Tidak Bikin Perih

Obat nyeri sendi tidak bikin sensasi perih. Sebagian orang kerap menggunakan balsem, gel atau krim pereda nyeri sendi yang mengundang capsaicin untuk meredakan nyeri sendi tersebut. Padahal, krim atau gel yang mengandung natrium diklofenak sebenarnya lebih tepat digunakan untuk mengobati nyeri sendi tanpa memberikan sensasi perih.

Sendi adalah media penghubung antar tulang. Sendi-sendi yang berada di tubuh anda, memberikan sokongan dan membantu anda untuk bergerak. Kerusakan pada sendi yang diakibatkan oleh penyakit atau cedera, rupanya dapat mengganggu pergerakan anda dan juga menimbulkan rasa sakit.

Obat Nyeri Sendi Tidak Bikin Perih

Obat Nyeri Sendi Tidak Bikin Perih

Penyebab Nyeri Sendi

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan nyeri sendi, yaitu: osteoarthritis, cedera seperti patah tulang, keseleo, asam urat, rheumatoid arthritis, lupus, hingga infeksi virus. Aktivitas yang berlebihan seperti berdiri terlalu lama, melompat, dan mengangkat beban terlalu berat juga dapat menyebabkan nyeri sendi.

Pengobatan Nyeri Sendi

Pengobatan nyeri sendi disesuaikan pada penyebab yang mendasari. Untuk pengobatan di rumah dilakukan kompres dingin, istirahat dan juga obat untuk mengatasi nyeri dan radang. Anda dapat mencoba memakai obat topikal (obat oles) untuk mengatasi nyeri seperti natrium diklofenak gel yang dapat dibeli bebas tanpa resep dokter.

Perbandingan Natrium Diklofenak dan Capsaicin

Sebagian orang lebih memilih untuk menggunakan krim atau gel yang mengandung natrium diklofenak atau capsaicin untuk meredakan nyeri sendi yang dialaminya. Tetapi kedua jenis obat tersebut memiliki cara kerja yang berbeda. Berikut adalah penjelasan dua kandungan obat nyeri tersebut:

Natrium diklofenak

Diklofenak adalah golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang dapat mengobati nyeri sendi. Obat ini bekerja untuk meredakan peradangan dan mengurangi zat dalam tubuh yang menyebabkan rasa sakit tanpa menimbulkan sensasi pedas atau perih. Gel natrium diklofenak ini biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit akibat osteoartritis pada sendi tertentu, seperti area lutut, pergelangan kaki, kaki, siku, pergelangan tangan, dan tangan. Jika nyeri sendi dirasakan di banyak bagian tubuh, bisa digunakan natrium diklofenak oral atau tablet. Selain bekerja sebagai antinyeri dan radang, golongan OAINS seperti natrium diklofenak juga memiliki efek lain yakni pereda demam. Meski demikian, obat ini tidak boleh digunakan pada penderita penyakit jantung.

Capsaicin

Capsaicin adalah bahan aktif dalam cabai yang menciptakan rasa pedas. Bahan aktif ini digunakan dalam obat oles seperti krim dan losion untuk menghilangkan nyeri otot atau nyeri sendi. Krim yang mengandung capsaicin jika dioleskan pada tubuh akan menyebabkan sensasi perih yang mengaktifkan sel saraf tertentu. Penggunaan krim yang mengandung bahan aktif ini untuk mengobati nyeri sendi tidak disarankan jika: terdapat alergi terhadap cabai atau obat capsaicin oles, digunakan pada anak-anak, dan terdapat luka terbuka atau kulit yang teriritasi. Anda disarankan untuk mencuci area kulit yang dioleskan obat ini, jika sensasi terbakar atau pedas menyebabkan rasa tidak nyaman atau membuat kulit Anda menjadi kemerahan. Segera bersihkan dengan air bersih apabila capsaicin terkena mukosa seperti: mata, mulut, atau hidung.

Mungkin obat nyeri sendi yang mengandung capsaicin dan natrium diklofenak serupa, yakni dapat mengobati nyeri sendi yang anda alami. Namun kenyataan tidak. Obat nyeri sendi yang mengandung capsaicin rupanya hanya mengalihkan nyeri sendi yang dialami, sehingga nyeri tersebut seakan berkurang. Tetapi capsaicin tidak mengatasi peradangan yang sebenernya adalah penyebab utama nyeri. Sedangkan natrium diklofenak memang dapat mengatasi masalah nyeri sendi tanpa menimbulkan rasa perih pada area tubuh yang dioleskan obat tersebut.

hal ini membuat natrium diklofenak lebih baik digunakan untuk mengobati nyeri sendi. Selain itu, penelitian pun mengungkapkan bahwa krim atau gel yang mengandung natrium diklofenak lebih efektif dan ampuh untuk mengobati osteoarthritis pada lutut.

Jika keluhan nyeri masih terjadi setelah mencoba cara di atas, apalagi jika anda mengalami demam, nyeri menetap hingga lebih dari 3 hari, berat badan menurun, atau terjadi nyeri dan pembengkakan sendi tanpa sebab yang jelas, segeralah berobat ke dokter.

Gangguan Pada Tulang

Gangguan pada tulang tidak hanya membatasi aktivitas anda sehari-hari, namun juga mengganggu berbagai fungsi tubuh yang berdampak pada kesehatan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai gangguan tulang agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.

Tulang adalah jariangan yang berperan penting dalam memberi bentuk tubuh dan menopang tubuh secara keseluruhan. Selain itu, tulang juga berfungsi membantu tubuh untuk bergerak. Jaringan tulang akan terus berkembang dan memperbarui diri sepanjang hidup anda.

Mengenali Gangguan pada Tulang

Gangguan Pada Tulang

 

Tulang merupakan bagian yang mebentuk kerangka tubuh. Jaringan tulang yang kuat ini tersusun dari protein dan berbagai mineral, terutama kalsium fosfat dan kalsium karbonat.

Selain bertugas sebagai penopang dan pembentuk postur tubuh, tulang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan kalsium dan mengatur keseimbangan kalsium di dalam tubuh.
Karena fungsinya yang begitu penting, sudah sepatutnya kesehatan tulang senantiasa dijaga. Namun, terkadang ada beberapa gangguan tulang yang bisa terjadi. Beberapa jenis gangguan tulang yang cukup sering terjadi antara lain:

1. Osteoporosis

Osteoporosis adalah salah satu gangguan pada tulang yang umum terjadi. Osteoprosis terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak dapat mengimbangi kerusakan pada tulang yang lama, sehingga tulang menjadi lemah dan rapuh atau keropos.
Osteoprosis sering terjadi seiring penuaan. Gangguan pada tulang ini juga cenderung lebih banyak terjadi pada wanita yang telah menopause.
Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko osteoporosis, yaitu faktor genetik, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol, kondisi medis tertentu serta penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.
Di tahap awal, osteoporosis biasanya tidak bergejala. Namun, sebagian penderita osteoporosis mungkin bisa mengalami keluhan sakit punggung karena tulang belakang yang mulai retak atau rapuh, tubuh semakin pendek atau postur tubuh menjadi bungkuk. Penderita osteoporosis juga berisiko tinggi mengalami patah tulang.

2. Osteomielitis

Osteomielitis terjadi akibat infeksi bakteri pada tulang. Pada anak-anak infeksi tulang umumnya terjadi di area lengan dan kaki. Sementara pada orang dewasa, infeksi ini biasanya muncul di bagian pinggul, tulang belakang dan kaki.
Infeksi tukang tidak bisa dianggap sepele. Jika dibiarkan, gangguan pada tulang yang satu ini dapat membuat tulang menjadi rusak permanen.
Ada beberapa gejala yang ditimbulkan oleh osteomielitis antara lain demam, kelelahan, tulang yang terinfeksi terasa nyeri kemerahan dan bengkak serta kesulitan menggerakan tulang nyeri.

3. Tumor tulang

Tumor tulang bisa bersifat jinak maupun ganas (kanker) yang dapat menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Tumor tulang terjadi ketika terjadi pertambahan jumlah sel tulang yang berlebih, sehingga mebentuk suatu massa atau gumpalan jaringan tulang.
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun tumor sering terjadi ketika bagaian tubuh sedang berkembang secara tepat. Beberapa jenis tumor tulang di antaranya giant cell tumor, enchondroma dan tumor tulang ganas seperti osteosarcoma.

4. Spondilosis

Spondilosis terjadi akibat proses penuaan dan umumnya terjadi pada usia di atas 40 tahun. Dengan bertambahnya usia, tulang dan jaringan ikat pada tulang belakang sering mengalami kerusakan, termasuk cakram yang merupakan bantalan di antara ruas tulang belakang.
Cakram tulang belakang yang melemah dan aus dapat menonjol, kemudian menekan atau menjepit saraf.
Salah satu jenis penanganan yang dilakukan adalah dengan pemberian obat anti nyeri atau menjepit saraf.
Spondilosis dapat terjadi tanpa gejala atau dengan gejala. Pengobatan untuk gangguan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri di punggung dan leher, serta gejala lain akibat penjepitan saraf.
Salah satu jenis penanganan yang dilakukan adalah dengan pemberian obat antinyeri atau dengan fisioterapi.

5. Osteofit

Osteofit adalah gangguan pada tulang dalam bentuk tonjolan tulang ( bone spurs) yang tumbuh pada tulang belakang atau sekitar persendian. Biasanya, osteofit terbentuk di samping sendi yang terkena osteoarthiritis.
Osteofit dapat tumbuh dari bagian tulang mana pun, namun paling sering terjadi di area leher, bahu, lutut, punggung bawah, jari tangan atau ibu jari kaki, kaki atau tumit.
Gangguan pada tulang, apapun jenisnya, perlu ditangani oleh dokter spesalis tulang atau ortopedi. Untuk mengobatinya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menjalani pemeriksaan penunjang, seperti rontgen dan tes darah, guna menentukan diagnosis dan jenis pengobatan. Pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan masalah pada tulang lebih lanjut.

Cara Mengatasi Sakit Betis

Sakit betis sering terjadi setelah menjalani aktivitas harian yang padat atau berat. Tingkat keparahan sakit betis berbeda-beda, bisa sekedar nyeri ringan hingga merasa sakit seperti tertusuk-tusuk.

Sakit betis merupakan hal yang cukup umum terjadi dan kerap dihubungkan dengan kram otot yang dapat disembuhkan hanya dengan pijat. Namun, sebenarnya ada banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan sakit betis, mulai dari yang sama ringannya dengan kram otot hingga yang berat dan perlu penanganan serius. Lalu, bagaimana cara mengatasi sakit betis dengan tepat?

Cara Mengatasi Sakit Betis

Cara Mengatasi Sakit Betis

Penyebab Sakit Betis

Sakit betis bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk gangguan pada otot, sendi, tendon, pembuluh darah, saraf, tulang atau kulit disekitar betis. Kondisi ini bisa terjadi saat berolahraga, bekerja, bahkan tidur. Keluhan yang dialami pun bisa berbeda-beda, tergantung penyebabnya.

Di bawah ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit betis:

1. Kram otot

Kram terjadi ketika otot mengalami kontraksi atau mengencang secara tiba-tiba. Sakit betis karena kram otot umumnya disebabkan oleh olahraga atau aktivitas berat yang dilakukan mendadak dan berlebihan, dehidrasi maupun cedera otot.

2. Otot tegang

Sakit betis karena otot tegang biasanya terjadi saat kelelahan atau setelah penggunaan otot betis secara berlebihan. Ini juga bisa terjadi di tengah olahraga yang banyak melibatkan kekuatan otot betis, misalnya berlari, berenang atau bersepeda.

3. Memar

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh cedera atau luka karena terjatuh maupun terbentur. Luka memar disebabkan oleh pecahnya jaringan kapiler dibawah kulit yang kemudian tampak sebagai perubahan warna pada kulit akibat rembesan darah.

Cara Tepat Mengatasi Sakit Betis

Metode pengobatan untuk menangani sakit betis berbeda-beda, tergantung kondisi yang anda alami. Untuk penyebab sakit betis yang ringan, Anda bisa menanganinya secara mandiri di rumah. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengobati sakit betis :

  • Hentikan aktivitas.
  • Istirahatkan kaki dengan berbaring dan memosisikan kaki lebih tinggi dari badan.
  • Kompres bagian betis yang sakit dengan es selama sekitar 20 menit.
  • Lakukan peregangan ringan untuk kaki.
  • Konsumsi obat pereda rasa sakit, seperti Ricalinu Herbal sangat ampuh mengobati sakit betis.

Untuk menghindari sakit betis dan cedera pada otot serta sendi, pastikan anda selalu melakukan peregangan sebelum dan sesudah berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Mengonsumsi air putih yang cukup bisa mencegah dehidrasi, sekaligus menurukan risiko cedera saat melakukan aktivitas.

Penyebab sakit betis yang lebih serius perlu diperiksakan ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Jika sakit betis yang anda rasakan disertai kaki pucat, terasa lemas, bengkak, kesemutan, dan membuat anda kesulitan beraktivitas, segera periksakan kondisi anda ke dokter.

Manfaat Air Mineral Saat Berpuasa

Air mineral sangat baik untuk di konsumsi selama berpuasa. Selain mampu memberikan tubuh kita asupan cairan, air yang bersumber dari mata air pegunungan ini juga mengandung berbagai manfaat lain untuk menjaga kesehatan di bulan Ramadan. Sangat banyak sekali manfaat air mineral saat berpuasa.

Agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, Anda harus mengikuti anjuaran minuman di bulan puasa. Secara umum, asupan air minum yang dianjurkan selama berpuasa tetap sama dengan hari-hari biasanya, yaitu sebanyak 2 liter atau sekitar 8 gelas perhari.

Supaya lebih mudah mencuckupi jumlah tersebut, gunakanlah pembagian 2-4-2 untuk mengingat jadwal minum air. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Saat maghrib, minum 1 gelas air saat berbuka puasa dan 1 gelas air setelah sholat.
  • Sejak tarawih hingga menjelang tidur, minum sebanyak 4 gelas air.
  • Saat sahur, minum satu gelas air sebelum makan dan 1 gelas air setelah selesai makan.

Manfaat Air Mineral Saat Berpuasa

Manfaat Air Mineral Saat Berpuasa

Air mineral bukan sekedar air putih biasa. Kandungan mineral didalamnya bisa memberikan manfaat tambahan bagi Anda untuk menjalani aktivitas sehari-hari selama bulan Ramadhan.
Berikut ini adalah manfaat air mineral bagi kesehatan dan vitalitas tubuh Anda saat berpuasa:

1. Membuat tubuh tetap berenergi

Kekurangan cairan (dehidrasi) saat berpuasa dapat membuat otot menjadi lemah. Akibatnya, tubuh anda akan terasa lemas, mudah lelah dan tidak berenergi. Air mineral mengandung kalium yang berperan penting untuk mengaktifkan sistem saraf dan otot. Oleh karena itu, mencukupi konsumsi air mineral bemanfaat untuk menjaga tubuh tetap dehidrasi dan bersemangat saat menjalankan aktivitas selama puasa.

2. Menjaga metabolisme tubuh

Dengan mengonsumsi air mineral yang cukup selama berpuasa, metabolisme tubuh Anda dapat lebih terjaga. Kandungan magensium, mangan dan chromium di dalam air mineral juga dapat mengoptimalkan metabolisme nutrisi yang kita dapatkan dari makanan sahur atau berbuka. Namun perlu diingat, untuk meningkatkan metabolisme tubuh anda juga harus aktif bergerak, rutin berolahraga, tidur yang cukup dan mengonsumsi makan yang sehat, khususnya makanan yang kaya akan protein.

3. Menjaga kesehatan saluran cerna

Konsumsi air mineral yang cukup dapat membuat kesehatan saluran tetap terjaga, apalagi selama bulan puasa, dimana keluhan sembelit dan sakit maag lebih sering muncul.

Kandungan chloride dalam air mineral dapat mempercepat kerja lambung serta meningkatkan kerja usus dan produksi asam empedu dalam mengolah makanan, sehingga sistem pencernaan menjadi lebih efektif. Di luar kandungan minerlnya, air sendiri juga dapat melancarkan kerja usus besar sehingga buar air besar tetap lancar selama berpuasa. Namun, ini harus diimabangi asupan serat yang cukup, yaitu dengan mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.

4. Memelihara kesehatan kulit

Kulit kering merupakan salah satu gejala dehidrasi. Itulah sebabnya, konsumsi air mineral sebanyak 8 gelas perhari merupakan salah satu perawatan kulit yang perlu anda lakukan secara rutin, khususnya selama bulan puasa.

Memenuhi kebetuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air meniral selama berpuasa membawa banyak manfaat untuk kesehatan anda dan keluarga. Namun, perhatikan juga kualitas air yang diminum, karena tidak semua air mineral itu sama.

Sebaiknya ketahui dari mana sumber airnya dan bagaimana proses pengolahannya. Walaupun sama-sama bersih, tidak berwarna dan tidak berasa, belum tentu sudah terbebas dari zat berbahaya.

Cara Mengatasi Pegal Kaki

Pegal kaki dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Tak heran, orang mencoba berbagai cara mengatasi pegal kaki yang dirasakan dapat berangsur hilang. Keluhan ini kerap di alami akibat beragam hal, mulai dari aktivitas, posisi tubuh, hingga alas kaki yang dikenakan.

Pegal kaki dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi. Salah satunya yang paling sering adalah kaku otot setelah berolahraga atau mengangkat beban berat. Gangguan aliran darah yang disebabkan oleh berdiri atau duduk terlalu lama juga bisa menyebabkan pegal kaki. Selain itu, kurangnya asupan cairan dan nutrisi juga mungkin untuk memicu terjadinya keluhan pegal kaki dan kram.

Cara Mengatasi Pegal Kaki di Rumah

Cara Mengatasi Pegal Kaki

Istirahat yang cukup

Untuk mengatasi pegal kaki, Anda disarankan untuk beristirahat sejenak. Merebahkan tubuh dan meluruskan bagian kaki dengan posisi kaki lebih tinggi dari bagian kepala dapat mengurangi rasa pegal di kaki.

Pergangan dan pijat

Untuk meredakan rasa pegal kaki yang disebabkan oleh kaku otot, Anda dapat melakukan peregangan dan memberikan pijatan lembut pada kaki hingga otot melemas dan rasa nyaman berkurang.

Kompres dingin

Terkadang, pegal kaki bisa sangat parah sampai kaki terasa panas dan berdenyut-denyut. Ini dapat diringankan dengan mengompres kaki dengan kantung es atau handuk basah yang didinginkan.

Obat pereda nyeri

Bila pegal kaki tidak mereda dengan cara-cara sederhana, konsumsi obat pereda nyeri seperti Ricalinu, ibuprofen, paracetamol, atau aspirin juga bisa menjadi membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan.

Obat topikal

Penggunaan obat topikal atau oles yang mengandung capcaisin atau pereda nyeri dapat membantu mengatasi masalah pegal kaki. Sensasi panas dari penggunaan obat topikal ini mampu melemaskan otot dan meredakan rasa sakit yang muncul.

Tips Mencegah Pegal Kaki

Agar keluhan pegal kaki tak sering anda alami, berikut adalah beberapa langkah pencegahannya:

  • Menghindari duduk atau berdiri terlalu lama.
  • Melakukan pemanasan atau peregangan terlebih dahulu sebelum olahraga agar tubuh lebih siap untuk melakukan bermacam kegiatan.
  • Memenuhi kebutuhan air putih yang cukup untuk menghindari kram dan pegal kaki akibat dehidrasi.
  • Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, terutama magnesium untuk menghindari kram akibat hipomagnesemia.
  • Membatasi penggunaan sepatu berhak tinggi, karena dapat memicu pegal kaki dan perubahan postur tubuh bila digunakan terlalu sering dalam waktu yang lama.

Umumnya rasa pegal kaki akan hilang setelah beberapa saat. Namun jika keluhan pegal kaki sering timbul atau terjadi berlarut-larut, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Pegal kaki bisa saja menjadi pertanda adanya penyakit tertentu, seperti neuropati atau radang sendi.

Jika pegal kaki yang anda alami disertai gejala kaki bengkak dan kemerahan, demam, nyeri hebat, atau kaki pucat dan dingin, segera konsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan cara penanganan yang tepat.